Analisis Jump Cone Pada Mesin Winding Savio Menggunakan Metode DMAIC dalam Pengambilan Keputusan

Main Article Content

Ahmad Darmawi
Reyno Anandita
Sih Parmawati

Abstract

Mesin winding merupakan tahap akhir dalam proses pemintalan sebelum di packing dan dikirimkan untuk customer, maka dari itu produk yang dihasilkan harus dipastikan sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan, namun pada kenyataanya masih sering dijumpai berbagai cacat sehingga penelitian ini difokuskan pada masalah cone defect yang ada di mesin winding Savio agar dapat menekan jumlah cacat gulungan. Penelitian ini difokuskan pada defect jump cone dengan pendekatannya menggunakan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) untuk meningkatkan proses. Setiap langkah DMAIC dilakukan untuk menganalisis secara hati-hati dan menjaga proses tetap tepat. Pada tahap measure mengunakan diagram pareto untuk mengetahui frekuensi cacat, dan akan diambil cacat yang dominan sebagai langkah perbaikan. Pada tahap analisis, diagram sebab-akibat (fishbone diagram) digunakan dalam analisis penyebab masalah. Pada tahap improve mengunakan metode Failure Mode Effect and Analysis (FMEA). Pada tahap control disaarankan untuk menggunakan tools berupa checklist untuk mengontrol hal-hal terkait diagram fishbone yang dalam tahap analyze.

Article Details

How to Cite
Darmawi, A., Anandita, R., & Parmawati, S. . (2023). Analisis Jump Cone Pada Mesin Winding Savio Menggunakan Metode DMAIC dalam Pengambilan Keputusan. Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi Bidang Tekstil Dan Manajemen Industri, 6(2), 73–79. https://doi.org/10.59432/jute.v6i2.65
Section
Articles

References

Ayunisa Rachman, H. A. (2016). Perbaikan Kualitas Produk Ubin Semen Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis Di Institusi Keramik. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, 24-35.

Dewi, S. K. (2012). Minimasi defect produk dengan konsep six sigma. Jurnal teknik industri, 43-50.

Dino Caesaron, S. Y. (2015). Implementasi Pendekatan DMAIC untuk Perbaikan Proses Produksi Pipa PVC (Studi Kasus PT. Rusli Vinilon). Jurnal Metris, 91-96.

Emilasari, D., & Vanany, I. (2007). Aplikasi six sigma pada produk clear file di perusahaan stationary. Jurnal Teknik Industri, 9(1), 27-36.

Hottinger Brüel & Kjær. (2022). Retrieved from https://www.hbkworld.com/en/knowledge/resource-center/articles/2022/examining-risk-priority-numbers-in-fmea

Kompas.id. (2022, May 9). Industri Tekstil dan Produk Tekstil: Sejarah, Potret, Tantangan, dan Kebijakan. Retrieved from Kompas.id: https://www.kompas.id/baca/paparan-topik/2022/05/09/industri-tekstil-dan-produk-tekstil-sejarah-potret-tantangan-dan-kebijakan

Murata Machinery. (2015). Muratec manual book. Murata Machinery.

Parlan. (2023, March 15). Seputar cone defect. (R. Anandita, Interviewer)

Purwoko, B. S. (2015). Manajemen perawatan dan perbaikan mesin. Yogyakarta.

Rifa Fitriani, D. S. (2018). Perilaku peduli lingkungan pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Journal of Culinary Education and Technology.

Ruang Tekstil. (2019, August 27). Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning) | Industri Tekstil Indonesia. Retrieved from Ruang Tekstil: https://www.ruangtekstil.com/2019/08/proses-pemintalan-benang-tekstil.html

Sekolah Tinggi Elektronika dan Informasi ITB. (2020). Retrieved from http://repository.stei.ac.id/8594/4/BAB%20III.pdf

Shiftindonesia. (2015, December 15). Retrieved from https://shiftindonesia.com/lima-langkah-penerapan-dmaic/

Suryati. (2023, Maret 17). Seputar winding dan cone defect. (R. Anandita, Interviewer)

Waryono. (2023, April 6). Cara memperbaiki kerusakan mesin dari timbulnya defect. (R. Anandita, Interviewer)