Dampak Variasi Penyetelan Accumulator terhadap Gangguan Peluncuran Benang Pakan Wol Dombos pada Mesin Tenun Rapier Picanol GT-Max
Isi Artikel Utama
Abstrak
Proses pertenunan kain menghadapi berbagai kendala yang berkaitan dengan lima gerakan pokok pertenunan, salah satunya adalah masalah saat peluncuran benang pakan yang menyebabkan terjadinya stop pakan pada mesin tenun. Pada mesin tenun rapier, komponen yang berperan penting dalam peluncuran benang pakan adalah accumulator, yang berfungsi untuk menyiapkan, membantu menggulung, serta menjaga tegangan benang pakan sebelum disisipkan ke dalam mulut lusi. Tingginya jumlah stop pakan dapat dipengaruhi oleh variasi penyetelan tension accumulator, selain juga oleh kualitas bahan baku benang yang digunakan. Benang wol dombos yang digunakan dalam penelitian ini dihasilkan melalui proses pemintalan tangan (hand spinning), yang melalui tahapan pencukuran bulu, pencucian, pengeringan, dan terakhir pemintalan. Karakteristik benang hasil hand spinning cenderung memiliki kerataan yang kurang baik serta puntiran yang tidak stabil, sehingga menghasilkan sifat melintir (crinkle) yang sangat tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penyetelan tension accumulator agar benang wol dombos mendapat tegangan yang konstan sebelum diluncurkan ke mulut lusi. Penelitian ini dilakukan dengan mengatur variasi tension accumulator pada angka 9, 7, dan 5. Dari variasi tersebut, diamati jumlah stop benang pakan paling minimum untuk benang wol dombos. Setiap variasi diuji dengan mengamati stop benang pakan selama 5 menit. Penelitian dilaksanakan pada mesin tenun rapier Picanol Gt-Max, kemudian data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji statistika. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penyetelan tension accumulator berpengaruh terhadap stop benang pakan wol dombos, dengan jumlah stop pakan paling sedikit terjadi pada variasi tension 5, yaitu sebanyak 31 kali dalam 5 menit. Berdasarkan uji Kruskal Wallis, diperoleh nilai signifikansi kurang dari 0,05, sehingga H0 ditolak. Hal ini membuktikan bahwa penyetelan tension accumulator secara signifikan berpengaruh terhadap stop benang pakan wol dombos pada mesin tenun rapier Picanol Gt-Max.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright (c)
Referensi
Adanur, S. (2001). Handbook of weaving. CRC Press.
Adanur, S., & Mohamed, M. H. (1991). Analysis of yarn tension in air-jet filling insertion. Textile Research Journal, 61(5), 259–266. https://doi.org/10.1177/004051759106100503
Ali, M., Ahmed, R., & Amer, M. (2021). Yarn tension control technique for improving polyester soft winding process. Scientific Reports, 11, Article 1060. https://doi.org/10.1038/s41598-020-79928-1
Astrini, G. Y., Pakpahan, P., dkk. (2022). Pengaruh tension benang terhadap jumlah putus warping. Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Tekstil dan Manajemen Industri, 5(2), 115–121. https://doi.org/10.59432/jute.v5i2.42
Badan Standardisasi Nasional. (2010). SNI ISO 2060:2010 Tekstil – Benang dari kemasan – Penentuan massa linier (massa per satuan panjang) dengan metode untaian. BSN.
Behera, B. K., & Hari, P. K. (2010). Woven textile structure: Theory and applications. Woodhead Publishing.
Dejene, B. K., & Ayele, M. (2024). Impact of weft yarn structure and fiber type on weft yarn velocity and twist loss in air-jet weaving: A critical review. Journal of Natural Fibers, 21(1), Article 2365961. https://doi.org/10.1080/15440478.2024.2365961
De Pauw, B., Berghmans, F., Thienpont, H., Verdiere, P., & Geernaert, T. (2020). Optical fiber-based sensors as an experimental tool to assess the weft and warp yarn tension beam-to-roll in rapier weaving machines. Textile Research Journal, 90(7–8), 857–865. https://doi.org/10.1177/0040517519881817
Eren, R., Erturk, M., & Hascelik, B. (2014). Kinematic design and motion analysis of spatial rapier drive mechanisms used in weaving machines. Textile Research Journal, 84, 2065–2073. https://doi.org/10.1177/0040517514534754
Kruskal, W. H., & Wallis, W. A. (1952). Use of ranks in one-criterion variance analysis. Journal of the American Statistical Association, 47(260), 583–621. https://doi.org/10.1080/01621459.1952.10483441
Lord, P. R., & Mohamed, M. H. (1982). Weaving: Conversion of yarn to fabric. Merrow Publishing.
Maity, S., Singha, K., & Singha, M. (2012). Recent developments in rapier weaving machines in textiles. American Journal of Systems Science, 1(1), 7–16.
Mather, R. R., & Wardman, R. H. (2011). The chemistry of textile fibres. Royal Society of Chemistry.
McMahon, J. F. (1986). Weft tension during double-rapier weft insertion in weaving. Journal of the Textile Institute, 77, 356–358. https://doi.org/10.1080/00405008608658431
Muryanto, & Sudrajad, P. (2019). Pelestarian dan pengembangan domba Wonosobo (dombos). Loka Aksara.
Muslim, I., Soekoco, A. S., Mustafa, D., & Saifurohman. (2022). Pelatihan pemasakan dan pewarnaan bulu domba di Balai Desa Surengede, Kabupaten Wonosobo. Jurnal Pengabdian Masyarakat AKA, 2(1), 10–13.
Mustafa, D., & Kemal, N. (2019). A study of mechanical properties and morphology Domba Wonosobo (dombos) fibre. Indonesian Textile Conference, 3, 77–83.
Oleynikova, L., & Oleinikov, V. (2016). Weft thread tension during filling insertion process on projectile weaving machines. Científica, 20(2), 83–91. https://doi.org/10.46842/ipn.cien.v20n2a04
Shaheen, A. (1990). Factors affecting weft stresses on shuttleless weaving machines. Mansoura Engineering Journal, 15(2), 13–26. https://doi.org/10.21608/bfemu.2021.171476
Shapiro, S. S., & Wilk, M. B. (1965). An analysis of variance test for normality (complete samples). Biometrika, 52(3–4), 591–611. https://doi.org/10.1093/biomet/52.3-4.591
Simpson, W. S., & Crawshaw, G. H. (Eds.). (2002). Wool: Science and technology. Woodhead Publishing.
Vangheluwe, L., Sleeckx, B., & Kiekens, P. (1995). Numerical simulation model for optimisation of weft insertion on projectile and rapier looms. Mechatronics, 5(2–3), 183–195. https://doi.org/10.1016/0957-4158(95)00005-P
Zhang, C., Wang, Y., Liu, P., Li, C., Xu, C., Zuo, X., & Zhou, X. (2025). Construction and analysis of yarn tension model in the process of electromagnetic weft insertion. Autex Research Journal, 25. https://doi.org/10.1515/aut-2025-0039