Pengaruh Tension Benang terhadap Jumlah Putus Warping

Main Article Content

Galuh Yuli Astrini
Pauli Cristy Pakpahan
Farid Sidik

Abstract

Proses persiapan pertenunan merupakan salah satu penentu kualitas dari kain yang dihasilkan. Terdapat korelasi positif antara baiknya kualitas proses persiapan pertenunan dengan kelancaran pada pertenunan kain. Proses persiapan pertenunan meliputi warping, sizing, reaching dan tying. Pada pembuatan kain sarung, warping yang digunakan adalah sectional warping. Tension benang yang tidak merata adalah salah satu penyebab benang putus. Selama pengamatan, ditemukan terjadinya benang putus yang tergolong tinggi pada proses warping berlangsung. Tujuan dari pengamatan dan penelitian ini adalah menurunkan jumlah putus benang warping. Setelah dilakukan penelitian dengan metode eksperimen, didapati hasil rata-rata jumlah putus benang per 10 juta meter sebelum standarisasi tension sebesar 14,3 dan setelah standarisasi sebesar 9,89. Berdasarkan hasil pengujian dengan paired sample t-test, rata-rata jumlah putus benang mengalami penurunan setelah dilakukan standardisasi tension benang. Faktor yang mempengaruhi tension benang antara lain gulungan benang yang penyok dan kotor, hilangnya sparepart, ring washer yang kotor dan kasar. salah mengatur alur benang, menambah ring washer sembarangan, dan kurang melakukan pembersihan, pengubahan tension benang tanpa tension meter dan lingkungan yang berdebu dan bersuhu panas. Rekomendasi perbaikan yang diberikan adalah material handling dengan benar. melakukan penggantian sparepart yang rusak/hilang, pengecekan dan pembersihan mesin secara berkala, memberikan training mengenai SOP dan Intruksi Kerja, menerapkan SOP oleh operator, dan pembersihan area sekitar mesin warping.

Article Details

How to Cite
Yuli Astrini, G., Pakpahan, P. C., & Sidik, F. (2022). Pengaruh Tension Benang terhadap Jumlah Putus Warping. Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi Bidang Tekstil Dan Manajemen Industri, 5(2), 115–121. https://doi.org/10.59432/jute.v5i2.42
Section
Articles

References

Adanur, Sabit. Pengetahuan Teknologi Pertenun. Switzerland. ITEMA(Switzerland) Ltd, 2009.

Alsaid Ahmed Almetwally, M. M. Mourad and Abeer Ebraheem Eldsoky Mohammed. A Study of Yarn Breaks on Warping Machine. Life Sci J 2013;10(1):108-114] (ISSN:1097-8135)

Patil R, Gulhane S, Raichurkar P, Sanjay B. Improve Productivity of Warping by Optimization of Warping Speed and Beam Pressure. Advancements Bioequiv Availab.5(2). TTEFT.000610.2019. DOI: 10.31031/TTEFT.2019.05.000610

Putranto, A.P.E. Penanganan Putus Benang Tinggi pada Proses Warping di PT KSM. JUTE Vol. 4, No. 1, Juli 2021 pp. 37-41

Putranto, A.P.E & Antary, G.H. Analisis Perbandingan Mutu Produksi Kain Tenun dari Work Order dengan Kesamaan Konstruksi. JUTE Vol. 5, No. 1, Juni 2022 pp. 27-35

Sulam, A. L. Teknologi Pembuatan Benang dan Pembuatan Kain (Jilid 1 ed.). Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional. 2008