Penyelesaian Penyebab Bottle Neck Article SOT 2875 Pada Proses Join Collar di PT Ameya Livingstyle Indonesia

Main Article Content

Yulius Sarjono Eddy

Abstract

PT Ameya Livingstyle Indonesia merupakan perusahaan garmen berskala internasional yang telah berkembang sejak tahun 2006, terletak di daerah Pajangan, Bantul Yogyakarta. Kata “Ameya” sendiri diambil dari bahasa Jepang “Bountiful” yang artinya PT Ameya Livingstyle Indonesia diharapkan dapat memberikan kelimpahan untuk stakeholdernya meliputi pemilik, karyawan, pembeli, pemasok, pemerintah dan lingkungan. Produk yang diproduksi oleh PT Ameya yaitu produk yang memiliki kualitas tinggi antara lain men shirt, ladies blouses atau dresses dan skirts. PT Ameya livingstyle Indonesia menjadi perusahaan yang berkembang dan tumbuh dengan pesat di berbagai bidang fasilitas garmen manufaktur, dengan jumlah karyawan ± 2.500 orang dan jumlah order minimum sebanyak 3.000 pcs/style, serta jumlah kapasitas produksi 300.000-350.000 per bulannya.  Proses produksi dan pengendalian mutu mulai dari bahan baku, produk setengah jadi sampai menjadi suatu produk jadi (garmen). Tujuan dari pengendalian mutu adalah meminimalisir produk yang tidak sesuai dengan standar mutu yang diinginkan (second quality), dan bisa mengendalikan, menilai kualitas, sehingga konsumen merasa puas dan perusahaan merasa tidak dirugikan. Pada proses produksi garmen, setiap tahapan proses dilaksanakan pengendalian mutu dari pihak Quality Control, menganalisis masalah yang terjadi dalam proses produksi melalui pengamatan secara langsung dan mencari penyelesaiannya. Selama melakukan pengamatan khususnya di departemen sewing line 11 dengan style yang diproduksi article SOT 2875 ditemukan kendala yang menghambat jalannya proses produksi (bottle neck) pada proses join collar, terdapat 4 faktor penyebab bottle neck yaitu manusia (man), mesin (machine), bahan (material), dan faktor utama yang menyebabkan bottle neck pada proses join collar to body yaitu metode (method) jahit yang kurang efektif. Penyelesaian faktor tersebut yaitu merubah metode penjahitan join collar to body menjadi 2 langkah. Pertama beberapa operator melakukan join collar to body, kedua operator lainnya melakukan close collar, sehingga dapat meminimalisir bottle neck dan proses produksi dapat berjalan dengan lancar.

Article Details

How to Cite
Eddy, Y. S. (2020). Penyelesaian Penyebab Bottle Neck Article SOT 2875 Pada Proses Join Collar di PT Ameya Livingstyle Indonesia. Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi Bidang Tekstil Dan Manajemen Industri, 3(1), 51–55. https://doi.org/10.59432/jute.v3i1.28
Section
Articles