Optimasi Tinggi Kamran untuk Mengurangi Shuttle Jamming pada Mesin Tenun Shuttle tipe GA615075

Main Article Content

Fatimah Nurul Azizah
Andrian Wijayono

Abstract

Shuttle Jamming atau teropong nabrak merupakan salah satu cacat dominan pada proses pertenunan dengan mesin shuttle di PT Sekar Lima Pratama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tinggi kamran terhadap frekuensi terjadinya cacat tersebut, sekaligus mengevaluasi dampaknya terhadap jumlah putus lusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan tiga variasi tinggi kamran, yaitu 9 cm, 10 cm, dan 11 cm pada mesin shuttle RRC tipe GA615075. Observasi dilakukan selama tiga shift produksi (A, B, dan C) untuk setiap variasi tinggi kamran. Hasil menunjukkan bahwa pengaturan tinggi kamran 10 cm menghasilkan jumlah cacat teropong nabrak paling sedikit, yaitu 10 kejadian, dengan tingkat putus lusi yang relatif lebih tinggi dibandingkan variasi 9 cm namun masih dalam batas yang dapat diterima. Kondisi ini menciptakan pembukaan mulut lusi yang lebih stabil sehingga pergerakan shuttle menjadi optimal. Penelitian ini merekomendasikan tinggi kamran 10 cm sebagai standar operasional yang seimbang untuk meminimalkan teropong nabrak sekaligus menjaga kestabilan benang lusi dalam proses produksi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Azizah, F. N., & Wijayono, A. (2025). Optimasi Tinggi Kamran untuk Mengurangi Shuttle Jamming pada Mesin Tenun Shuttle tipe GA615075. Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi Bidang Tekstil Dan Manajemen Industri, 8(2), 87–95. https://doi.org/10.59432/jurnaltekstil.v8i2.145
Section
Articles

References

Adanur,S. (2001).Handbook Of Weaving. Boca Raton, Florida, USA:CRC Press.

Ahmed, S., Alimuzzaman, S., & Monjurul Haque, A. K. M. (2020). Effect of shed geometry on starting mark of woven fabric. SN Applied Sciences, 2(4), 602.

Ahmed, T., Sarker, J., & Ashique, S. (2017). Loom settings and fabric structure: Two major influencing factors of warp tension variation. American Scientific Research Journal for Engineering, Technology, and Sciences, 29(1), 68-79.

Amanuel, L. (2021). Woven fabric defect control methods in shuttle loom. Journal of Engineered Fibers and Fabrics, 16, 15589250211014181.

Çelik, Ö., & Eren, R. (2014). Mathematical analysis of warp elongation in weaving machines with positive backrest system. Textile and Apparel, 24(1), 56-65.

Dawson, R. M. (2000). Geometric Constraints Due to Filling Insertion Element Guides Inside the Front Shed. Textile research journal, 70(3), 217-223.

Dahoklory, M., Suatkab, S. G., Alyona, C., Salamoni, T. D., & Parera, J. A. (2024). Aplikasi, e-Commerce, Tenun, Ten Implementasi Aplikasi “Tenwiri” Berbasis E-Commerce Sebagai Upaya Peningkatan Promosi Umkm Pengarajin Tenun Desa Tawiri. Jurnal Simetrik, 14(1), 843-848.

Decrette, M., & Drean, J. Y. (2022). Shedding principles and mechanisms. In Advanced Weaving Technology (pp. 115-166). Cham: Springer International Publishing.

Ghosh, S., Chary, P., & Roy, S. (2015). Development of warp yarn tension during shedding: A theoretical approach. Journal of The Institution of Engineers (India): Series E, 96(2), 107-124.

Gu, H. (1984). Reduction of warp tension fluctuation and beat-up strip width in weaving. Textile Research Journal, 54(3), 143-148.

Kovačević, S., Schwarz, I., & Brnada, S. (2022). Study of predicting the number of warp thread breaks during the weaving process. Textile research journal, 92(23-24), 4954-4968.

Murti, W., Wijayono, A., Putra, V. G. V., & Wardiningsih, W. (2017). Pemodelan dan validasi nilai sudut antihan benang secara teori dan pengolahan citra digital. In Prosiding 2nd Indonesian Textile Conference.

Nasan, A., & Stylios, G. K. (2014). The effect of weaving machine setting on fabric skewness. The Journal of the Textile Institute, 105(11), 1135-1145.

Nazar, Y., Helvianto, A. W., Maulana, J. D., Wijayono, A., & Nurazizah, V. (2024). Analisis Permasalahan Teropong Menabrak Pada Mesin Shuttle GA615D Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis. Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Tekstil dan Manajemen Industri, 7(1), 11-18.

Nurazizah, V., Wijayono, A., Rusman, F. F., Ikhsani, N., Pradifta, R. A., & Murti, W. (2025). Pengaruh Jumlah Twist per meter (TPM) dan Rangkapan Benang terhadap Kinerja Mekanis Benang Gintir. Metode: Jurnal Teknik Industri, 11(1), 171-180.

Putra, V. G. V., Wijayono, A., Martina, T., & Rosyidan, C. (2019). Suatu Studi Pemodelan Viskoelastik Material Benang Viz 100% Wool 36 Tex Menggunakan Pendekatan Fisika. Wahana Fisika, 4(1), 27-34.

Rusman, F. F., Ikhsani, N., Wijayono, A., Nurazizah, V., Pradifta, R. A., & Murti, W. (2025). Analisis Pengaruh Jumlah Rangkapan dan Pemberian Twist terhadap Sifat Mekanis Benang Kapas Murni: Analisis Menggunakan Anova. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(2), 889-900.

Wijayono, A., Murti, W., Putra, V. G. V., & Rohmah, S. (2017). Pemodelan dan validasi nilai konstanta diameter benang secara teori dan pengolahan citra digital. In Prosiding 2nd Indonesian Textile Conference.

Wijayono, A., & Abdillah, F. (2025). Pengaruh Penggunaan Pin Spacer Pada Pemintalan Compact Ring Spinning Terhadap Kualitas Benang Cotton Ne 30. Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Tekstil dan Manajemen Industri, 8(1), 29-34.