Pengaruh Pemakaian Primusan Ocean Pada Proses Pengelantangan Kain Rajut Kapas 100% Dengan Metode Exhaust

Main Article Content

Yulianti Yulianti
Luciana Luciana
Feny Nurherawati
Filly Pravitasari

Abstract

Pengelantangan dalam industri tekstil bertujuan untuk menghilangkan kotoran alami, pigmen dan zat pengotor lainnya dari serat tekstil serta meningkatkan daya serap kain dan menghasilkan warna yang lebih cerah dan merata ketika proses pencelupan, pencapan dan penyempurnaan akhir. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari Primusan Ocean sebagai zat pemasakan 3 in 1 yang digunakan sebagai bahan pembantu dalam proses pengelantangan serat kapas maupun serat campuran. Primusan Ocean mengandung tiga komponen, yaitu zat pembasah, stabilisator dan katalis, yang memungkinkan proses pemasakan dilakukan lebih efisien. Metode pengamatan yang dilakukan adalah variasi pemakaian NaOH, variasi suhu dan variasi penetralan dan tanpa penetralan setelah proses pengelantangan. Variasi konsentrasi NaOH adalah 0.6 gram/liter, 0.8 gram/liter, 1.0 gram/liter dan 1.2 g/l dibandingkan dengan cara konvensional dengan pemakaian NaOH 2 g/l, variasi suhu 98°C x 60 menit dan 115°C x 20 menit. Variasi tersebut ada yang dilakukan penetralan dan tanpa penetralan. Proses akhir dari semua hasil pengelantangan dilakukan pencelupan dengan zat warna reaktif Synozol Blue KBR 0.5 % pada suhu 60° C x 60 menit. Pengujian hasil pengelantangan dan pencelupan dilakukan untuk menilai beberapa parameter, yaitu derajat putih, daya serap, ketuaan warna dan kerataan warna. Penggunaan Primusan Ocean menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan metode konvensional, terutama ketika digunakan konsentrasi NaOH sebesar 1,0 gram/liter dan 1,2 gram/liter, pada suhu 115°C selama 20 menit, disertai proses penetralan setelahnya. Adapun nilai yang didapatkan yaitu derajat putih 62.4, daya serap cara tetes 0.11 detik. Sedangkan nilai ketuaan warna dengan Primusan Ocean mendapatkan ΔE 0.11 dengan ketuaan warna 99.87% dibandingkan dengan metode konvensional.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Yulianti, Y., Luciana, L., Nurherawati, F., & Pravitasari, F. (2025). Pengaruh Pemakaian Primusan Ocean Pada Proses Pengelantangan Kain Rajut Kapas 100% Dengan Metode Exhaust . Jurnal Tekstil: Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi Bidang Tekstil Dan Manajemen Industri, 8(2), 120–129. https://doi.org/10.59432/jurnaltekstil.v8i2.166
Section
Articles

References

Alwi, Mardianus Pelawi. (2023). Studi Pengaruh Konsentrasi Hidrogen Peroksida Pada Proses Penghilangan Kanji Dan Pengelantangan Yang Dilakukan Secara Simultan Terhadap Derajat Putih Dan Kekuatan Tarik Kain Rayon 100%. Politeknik STTT Bandung

Broadbent, A. D. (2001). Basic Principles of Textile Coloration. Canada.

Bunga, Rahayu Cantika Putri, (2024). Optimalisasi Konsentrasi Hidrogen Peroksida Dan Zat Anti Sadah Pada Proses Pemasakan Dan Pengelantangan Secara Simultan Pada Kain Handuk Kapas-Poliester (80%-20%). Politeknik STTT Bandung

Clark, M. (2011). Handbook of Textile and Industrial Dyeing. New Delhi: Woodhead Publishing Limited.

Eichhorn et al., (2009). Hand Book of Textile Fibre Structure; Vol 2:Natural, Regenerated, Inorganic and Specialist Fibres. New Delhi: Woodhead Publishing Limited.

Firman, Radix Syah Reykhan. (2023). Upaya Perbaikan Daya Serap Kain Rajut Kapas Pada Proses Pemasakan Pengelantangan Simultan Metode Pad Steam Dengan Memvariasikan Konsentrasi Naoh 48°Be Dan Primusan. Politeknik STTT Bandung.

Indah, Pratiwi. (2023). Pengaruh Waktu Dan Konsentrasi H2o2 Pada Proses Pemasakan-Pengelantangan Benang Poliester-Kapas (55%-45%) Metode Exhaust Terhadap Derajat Putih. Politeknik STTT Bandung

Luciana, L., & Salamah, A. (2023). The Effect Of H2O2 On The BleachingScouring Simultaneous Process Of 100% Cotton Fabric With Pad-Batch System. Sainteks: Jurnal Sain dan Teknik, 5(2), 145-153.

Marwah, Nurul Syifa. (2024). Pengaruh Zat Perata Anionik (Levelon E), Pemasukan Garam Dan Alkali Terhadap Hasil Pencelupan Kain Rajut Rayon- Spandex (95%-5%) Dengan Zat Warna Reaktif Metode Exhaust. Politeknik STTT Bandung

Noerati, Gunawan, Sumihartati, A., & Ichwan, M. (2013). Teknologi tekstil. Bandung: Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil.

Purushothama, B. (2018). Handbook of Value Addition Processes for Fabrics. New Delhi: Woodhead Publishing India PVT LTD.

Rivandi, Buchori (2024). Pengaruh Temperatur Pada Proses Pengelantangan Pemasakan Secara Simultan Terhadap Hasil Pencelupan Kain Kapas Dengan Zat Warna Reaktif. Politeknik STTT Bandung.

Sri, Nurmalasari, (2024). Optimalisasi Konsentrasi Zat Pembantu Tekstil Multifungsi (N23b-425) Pada Proses Pemasakan Dan Pengelantangan Simultan Kain Rajut Kapas. Politeknik STTT Bandung.

Tasman, I. S., & Amaliyah, H. (2019). Pengelantangan. Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.